DEMA FTIK Gelar Diskusi Daring di Tengah Ramadan Berpandemi

338 views

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Bulan yang selalu dinantikan oleh seluruh umat muslim. Sebab, bulan Ramadan mempunyai keistimewaan tersendiri dibanding dengan bulan lainnya. Salah satu keistimewaannya adalah pahala yang dilipatgandakan membuat orang menjadi berlomba-lomba dalam beribadah dan beramal sholeh. Akan tetapi, bulan Ramadan tahun ini sangatlah berbeda karena adanya pandemi virus corona yang sedang melanda diseluruh dunia maka semua orang dianjurkan untuk mematuhi aturan pemerintah yaitu melakukan social distancing.
Dalam kondisi tersebut, bukan berarti segala sesuatu menjadi berhenti. Seperti yang dilakukan oleh DEMA FTIK IAIN Purwokerto yang tetap mampu menyelenggarakan kegiatan diskusi daring bertema “Memetik Hikmah di Balik Musibah, di Bulan yang Penuh Berkah”. Diskusi tersebut dilaksanakan pada Selasa, 5 Mei 2020 melalui aplikasi WhatsApp.
Agung Rezkani, Ketua DEMA FTIK IAIN Purwokerto mengungkapkan bahwa acara diskusi tersebut diadakan dengan tujuan supaya para peserta bisa lebih bijak dalam menanggapi pandemi yang tengah berlangsung di bulan Ramadan tersebut, seperti melaksanakan salat tarawih di rumah atau tentang menyikapi tentang ibadah-ibadah yang lainnya juga.
Peserta yang mengikuti diskusi tersebut berjumlah 220 peserta. Yang berasal tak hanya dari IAIN Purwokerto saja, tetapi juga masyarakat umum. Pemateri dalam diskusi tersebut adalah Enjang Burhanuddin, atau kerap disapa Gus Enjang,yang juga menjabat sebagai Sekjur Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA). “Kegiatan ini sangat bermanfaat apalagi diselenggarakan di tengah wabah Covid 19 melanda dunia. Kegiatan yang sederhana tetapi manfaatnya besar sekali. Saya berharap bahwa kegiatan demikian bisa diselenggarakan oleh banyak mahasiswa dengan berbagai macam tema diskusi sehingga walaupun stay at home, tetapi mahasiswa masih bisa update pengetahuan dan meraupu berkah di bulan penuh berkah,” tutur Gus Enjang. (Pewarta: Febri Nur Hayati)

Spread the love

Leave a Reply